Tak Berotak

1503 Kata

Angga dan Sabrina keluar dari ruang mediasi dengan terburu-buru karena ingin menemui Mimi dan ternyata ada Ayah juga yang ikut bersama Mimi. Itu membuat Angga merasa punya bahan untuk membuat keluarga Aina semakin terpuruk karena kejadian semua ini. "Hei, Mimi!" teriak Angga. Langkah Mimi dan Ayah mendadak berhenti karena mendengar teriakan dari lelaki itu. Mimi menaikkan satu alisnya, menatap bingung pasangan sejoli itu. Keduanya melangkah mendekati Mimi dengan tatapan menantang. "Berani sekali kau memberikan bukti-bukti itu!" bentak Angga. "Masalahnya, apa? Harusnya kamu berterimakasih, dong! Jadi, gak harus ada mediasi kedua, bukan?" "Kamu sengaja ingin membuat kita berdua malu? Hah?" bentak Sabrina lantang. "Malu? Memangnya, kalian masih punya malu atas semua masalah ini? Bukanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN