Masa Lalu

1354 Kata

Sejak dia duduk di sofa, pandangan Kania belum lepas dari sosok di hadapannya. Pria yang kalau diperhatikan memiliki tingkat kemiripan 90% dengan Putra. Hidungnya sama-sama lancip, bibirnya agak tebal, rambut cepak. Hanya tatapannya lebih teduh dan kulitnya cenderung cokelat bersih. "Papa masuk dulu nggak apa-apa biar kalian bisa bebas ngobrolnya, nanti Haidar suruh menemani kamu aja." Kania mengangguk selagi papa mertuanya bangkit, bergegas ke ruang tengah. "Lo nyari gue?" tanya Kania ragu. Pria itu terlihat gugup, sedikit meremas kedua tangan dan sesekali menyeka keringat di dahi. Kania memutar bola matanya ke arah AC yang menyala, lalu kembali menatap tamu di depannya. Dia ingat seseorang yang selalu gugup setiap didekati, teman kelasnya yang gemetar setiap dijajari duduk. "Lo ..

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN