"Nanti malam kita dinner romantis, yuk, lo udah beneran sembuh, kan?" Kania yang tadinya sibuk membuka i********: sambil duduk persis sebelah jendela kamarnya, langsung menoleh ke arah Haidar yang sudah keluar dari kamar mandi. Lelaki itu mengambil kaus di tumpukan paling atas untuk dipakai. Sekarang Kania mengingat telinganya tidak pernah bermasalah, mendengar Haidar menyebut kata 'romantis' cukup ngeri bagi Kania. Selama bertahun-tahun mereka sering makan malam bersama tanpa ada embel-embel romantis. Pernah sih Haidar mengajak ke restoran dan anehnya memutar lagu romantis, apalagi suasana mendukung dan tiba-tiba menyatakan cinta. Saat itu Kania ingin percaya tetapi mengingat paginya Haidar baru saja menjemput perempuan gatel, Kania tidak ingin sakit hati. "Lo kalau bercanda kreatif

