Setelah penghuni meja makan bubar, Haidar justru datang dan mengatakan kalau dia belum makan malam. Kania mendengkus sebal karena suaminya merengek seperti anak kecil minta ditemani, padahal bisa saja Kania menolak seperti biasa kalau tidak ada mama mertua. Haidar memang cerdas. Dia merengek di depan mamanya sampai Kania tidak bisa berkutik. "Sebenarnya lo dari mana sih? Pergi nggak bilang giliran pulang nggak jelas, gini" omel Kania yang sedang menuangkan air putih, sedangkan Haidar sibuk melahap isi piring. Haidar mengangkat wajah melihat sang istri dengan ragu akan bercerita. Tetapi bukan Haidar kalau tidak pintar mengalihkan pembicaraan. "Wah kayak jelangkung dong. Pulang nggak diantar ya." "Nggak nyambung," desis Kania selagi menaruh gelas ke depan suaminya dengan kasar. Beruntu

