Jatuh Cinta Lagi

1699 Kata

"Pagi, Pak Tirta," sapa Kania formalitas, sekadar menghormati atasan saat laki-laki itu melewati meja resepsionis. Anggap saja mereka tidak pernah kenal sebelumnya, dan tidak ada hubungan apa-apa di masa lalu. Begitu saja pikir Kania mencari aman. Kania tidak peduli pada Haidar yang terus mewanti-wanti sepanjang jalan. Laki-laki yang sialnya harus diakui suami mendadak sangat menyebalkan. Dia melarang Kania bermanis muka padahal tahu tuntutan kerja. Mau Haidar sebenarnya apa, sih, Kania sama sekali tidak mengerti dengan tingkah suaminya yang semakin lama mirip anak Paud. "Gue lebih suka ekspresi judes lo, udah nggak usah sok cantik senyum-senyum di sana." Kania mengernyit. "Dan bikin gue dipecat karena tamu pada mengambil ancang-ancang kabur?" "Kayaknya posisi itu nggak cocok buat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN