Seekor gagak telah menemukan sepotong keju yang lezat dari meja piknik di taman. Dia kemudian bertengger di atas pohon dan bersiap untuk memakan keju yang telihat sangat enak tersebut.
Kemudian lewatlah seekor rubah yang licik di bawah pohon dimana si gagak tersebut bertengger. Ketika melintas, si rubah melihat sepotong keju di paruh seekor gagak. Melihat keju tersebut, Si rubah pun ingin memakannya. "Tapi bagiaman caranya supaya keju itu saya ambil?" Pikir si rubah. Si rubah pun akhirnya mendapatkan sebuah ide cerdik nan licik.
"Owh, nyonya gagak," panggil si rubah itu. "Tampak dari bawah kau sungguh anggun dan menawan. Kau telihat cantik hari ini." Rayu si rubah.
Mendengar rayuan si rubah, si gagak pun memperhatikannya dari atas pohon. Mendapatkan perhatian dari si gagak, si rubah pun melanjutkan rayuan mautnya.
"Kau pasti adalah binatang paling cantik di segala penjuru hutan ini. Kupu-kupu dan kelinci itu mungkin saja imut dan manis, tetapi tanpa ragu, kau lah mahlkuk yang paling cantik dengan bulu hitam mengkilap dan mata yang bercahaya. Saya ingin tahu apakah suara nyonya sebagus ruap nyonya. Saya akan memberikan apapun untuk mendengar kau bernyanyi, nyonya gagak." Lanjut rayuan si rubah.
Mendengar rayuan si rubah, si gagak pun tersanjung. Kemudian ia membusungkan dadanya, membentangkan sayapnya dan mulai bernyanyi: "Caw, caw, caw, caw!!!"
Tentu saja keju yang ia penggang di paruhnya jatuh ke bawah. Si rubah dengan cepat menangkap potongan keju nan lezat itu sebelum menyentuh tanah. Kemudian ia berbalik arah dan lari mencari tempat yang nyaman untuk menikmati keju yang lezat tersebut.