Setelah mendapatkan informasi minim dari Wandra, sebenarnya Arsya berencana kembali ke Sidoarjo. Namun, waktu yang sudah menjelang Maghrib menunda perjalannya. Wandra dan keluarganya meminta tinggal sebentar barang sekedar untuk beristirahat, menunaikan ibadah, dan makan malam. Walaupun cukup canggung, Arsya mengikuti saran sang pemilik rumah. Lagipula, berada di jalan saat petang menurut beberapa kepercayaan dianggap tabu. “Terima kasih, Pak atas infornasi dan jamuannya,” ujar Arsya saat berpamitan di malam itu. “Bukan apa-apa, Pak, hanya makanan kampung,” balas Wandra merendah. Dosen itu tersenyum simpul. “Kalau begitu, saya pamit, Pak, Bu! Sekali lagi terima kasih, berkat Pak Wandra, saya bisa mendapatkan hidup yang lebih layak.” “Semoga tujuan Bapak segera tercapai,” doa Wandra yan

