Memang tak banyak yang bisa Arsya lakukan setelah mengetahui bahwa kemungkinan besar orang yang ia dan kepolisian cari tengah berada di luar negeri. Selain menunggu keputusan dan kabar dari penegak hukum, ia tak bisa melakukan apa pun. Rasa ingin terbang ke negeri paman Sam dan mencari kebenarannya secara pribadi sebenarnya memang ada, bahkan sangat ingin ia lakukan. Namun, Arsya menyadari keterbatasannya. Ia tak ingin semakin membebani keluarganya, meskipun mereka sama sekali tidak mengeluh. Hanya saja, mana berani dosen berusia tiga puluh tahun itu mendahulukan kepentingan pribadinya diatas kepentingan keluarga. Lagipula, ia juga ingin menjaga perasaan Yudhis dan Rini yang telah begitu tulus menyayanginya sejak bayi. Demi mengisi hari-harinya yang kosong sembari menghabiskan masa cuti

