Angelica meronta. Tangan yang membekap mulutnya terasa sangat kuat membuatnya hampir tidak bisa bernapas. Dadanya terasa sesak, panas seakan terbakar. Bau amonia menyengat, mengalahkan pasokan udara di paru-parunya sehingga semakin menipis. Angelica tak dapat menahannya sampai akhirnya dia menyerah. Tubuhnya melemas, ambruk setelah lima menit mencoba untuk melawan. Dua orang pria yang memegangi tubuh tak berdaya Angelica tersenyum gembira. Mereka segera membawanya keluar kemah melewati jalan belakang. Tidak ada yang curiga karena.semua, baik itu para siswa dan staf guru sedang berkumpul di depan api unggun. Mereka bernyanyi diiringi petikan gitar salah beberapa orang siswa dari klub musik. Dua orang pria penculik Angelica membawanya ke luar dari lokasi perkemahan. Di sana sudah ada seb

