Sarah sangat antusias dengan pendakiannya. Beberapa kali dia terjatuh, tapi Sarah tidak menyerah. Padahal bukit ini tidak terjal, hanya dirinya saja yang tak biasa mendaki. Di Manhattan tidak ditemukan bukit seperti ini, hanya terdapat gedung-gedung pencakar langit saja. Beruntung Brian tidak meninggalkannya, pemuda itu bahkan membantunya untuk naik, meskipun sambil mentertawakan. Sepanjang jalan menuju puncak Brin terus berbicara, menceritakan masa kecilnya yang sangat bahagia –baginya. Sarah sebenarnya tidak tertarik, masa kecil Brian sama saja seperti masa kecil anak-anak kebanyakan. Dia terpaksa mendengarkan dan sesekali menanggapi agar tidak ditinggalkan. Setengah jam mendaki akhirnya mereka tiba di puncak juga. Sarah tersenyum lebar, merentangkan kedua tangan, dan menutup mata, men

