Bagian 45 Pertengkaran antara Maria dan Mas Fahri masih berlanjut. Malah semakin panas. Ternyata Maria menaruh cemburu padaku. Ia menuduh Mas Fahri menaruh hati padaku dan Maria juga menuduhku ingin merebut Mas Fahri darinya. Padahal ia lah yang merebut Mas Fahri dariku. Maria benar-benar tidak tahu diri! Aku hanya diam saja sambil menguping pembicaraan mereka. Semakin mereka bertengkar, aku semakin senang. Sudah hampir satu jam, pertengkaran mereka belum selesai juga. Seketika terbesit ide di benakku untuk menambahkan api biar semakin panas. Aku keluar melalui pintu belakang, kemudian mengendap-endap menuju pintu utama. Ternyata pintu sedang terbuka, jadi aku tidak bisa mengetuk pintu. Kuletakkan foto-foto tersebut di atas teras, lalu melempar pintu dengan batu kecil untuk mengalihka

