Bagian 46 Tengah malam, aku dibangunkan oleh bunyi tangisan baby Shifa. Bayi lucu dan menggemaskan itu ternyata haus. Diapersnya juga sudah penuh. Segera kuganti diapersnya, kemudian membuatkan sebotol s**u formula untuknya. Alhamdulillah baby Shifa akhirnya tidur lagi setelah menghabiskan susunya. Setiap hari, setiap malam, baby Shifa selalu menghabiskan waktu denganku. Sejak aku berada di rumah ini, Maria tidak pernah lagi mengurus baby Shifa. Ia selalu sibuk dengan urusannya sendiri. Pergi pagi dan pulang malam. Begitulah setiap hari. Maria seolah tidak peduli pada bayinya ini. Jika dia tidak suka melihat bayinya sendiri, kenapa harus punya anak? Ujung-ujungnya bayinya yang menjadi korban karena tidak mendapatkannya kasih sayang dari orang tuanya. Kadang terbesit kecurigaan di dala

