Aku sudah bersiap-siap untuk pergi dengan Reeve padahal ini baru saja jam 10 dan kami janjian jam 12. Aku merasa benar-benar seperti bodoh, bagaimana bisa menyiapkan diri dua jam sebelum pergi bersama Reeve? Aku benar-benar merasa tidak sadar dengan umurku yang udah melewati garis umum untuk jatuh cinta. Oh tidak, aku hanya bersiap-siap lebih awal karena takut jika ada keperluan mendadak jadi tidak perlu repot. Ini lebih baik, tidak menjatuhkan harga diri dan lebih tidak agresif. Pintu kamarku diketuk, lalu kepala Al muncul dari sela-sela pintu. "Ma, ada yang nyari." Aku menyerngitkan kening dan melihat kearah jam dinding baru jam 11 kurang, "Loh Om Reeve udah dateng?" "Bukan." "Siapa?" "Keluar aja." Lalu aku keluar mengikuti Al, tetapi dengan bodoh ia masuk ke dalam kamarnya membu

