Sudah seminggu aku kembali ke Jakarta, kembali dengan rutinitas lagi dan membantu Al untuk menyiapkan dokumen yang ia butuhkan dan ini adalah hal terberat. Secepat mungkin dokumen terkumpul, secepat itu pula Al akan berangkat untuk menempuh pendidikannya. Aku yang sedang bergelut dengan bunga-bunga yang akan dirangkai, tiba-tiba ponselku berbunyi. Saat itu juga aku tersenyum melihat siapa yang mengirimkan aku chat. Reeve Sudah makan? Aku baru aja selesai meeting. Dengan cepat aku membalas pesan itu tidak lupa senyum merekah dari bibirku yang tidak bisa ikut bekerja sama dengan otakku yang menyuruh untuk biasa saja ketika membalas pesan singkat Reeve. Setelah pulang dari liburan kemarin, selama itu pula aku sering berkirim pesan dengan Reeve. Bermula menanyakan sudah sampai di rumah at

