“Tentu saja..” Danu mengelus punggung dan rambutnya.. Harum rambut Mitha yang membuatnya sangat rindu. Mitha tidak tahu bagaimana perasaannya tanpa bisa berkomunikasi lebih dari satu hari. Ia tersiksa.. Sangat… “Jangan ragukan rasa sayangku..” Danu berbisik di telinganya. “Terima kasih sudah mau mengabulkan permintaanku, Danu sayang..” Mitha menatap langsung ke mata Danu dengan matanya yang indah. Perutnya seperti berdesir, jantungnya berdebar.. Tatapan Mitha begitu membuatnya merasakan rasa sayang yang begitu besar dan ingin melindungi perempuan cantik di hadapannya ini. Ya, keputusannya yang terbaik, mengabulkan permintaan Mitha akan membuat kesayangannya ini bahagia. Ia ikut merasakan apa yang Mitha rasakan. “Kamu akan ikut dalam perjalananku berikutnya.. Jangan khawatir.. Aku

