Hari kedua, tanpa kabar dari Danu. Pesan yang ia kirimkan kemarin tidak juga Danu balas. Ini sudah lewat jam istirahat dan Mitha tidak selera makan apapun. Mitha berdiam di kursinya, menanti dan menanti. Sudah lebih dari 24 jam tidak juga ada kabar dari Danu.. Apa yang harus ia lakukan? Ia kembali mengirimkan pesan pada Danu. Mitha : Sayang, tolong kabari aku.. Aku khawatir sekali.. Danu, aku sayang kamu.. Jangan membuatku sedih, please Danu, kirim kabar.. Tiba-tiba Amira menghampirinya, “Mit, mengingatkan rapat hari ini jam 14.00 sebentar lagi. Kamu jangan melamun terus. Rasanya dari kemarin aku perhatikan kamu terus diam. Ada yang mengganggu pikiranmu?” Mitha menggeleng dan berbohong, “Thanks sudah mengingatkanku. Sepertinya ini mau datang penyakit bulanan.. Jadi serba tid

