HARI KETIGA

1797 Kata

Sepulangnya Tama dari apartemen, waktu menunjukkan lewat pukul 12 malam. Tama stand by karena Mitha memintanya. Ia sangat berharap mendapatkan kabar melalui Tama. Tapi nihil… Anya menenangkannya.. Mitha terus menangis dan menangis.. “Mit, yang sabar.. Ini belum ada kabar apapun bukan? Artinya, meski belum ada kejelasan, tapi juga tidak ada kabar buruk.” “Danu.. Danu.. Aku sayang dia.. Anya, aku takut…” Mitha tidak bisa berhenti menahan air matanya. “Mit, aku dan juga Tama ikut kaget dan tidak percaya.. Tapi, kamu harus berdoa sekarang ini. Selain itu, Tama tadi bilang bukan kalau pengamanan Danu selevel VVIP, artinya ada perlindungan ketat dari tim keamanan. Aku optimis dan yakin, tidak akan ada apa-apa..” Anya terus memberikan dukungan positif. Ia tahu Mitha terguncang mendeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN