Aku berjalan perlahan menuju tempat tidur. Ku lirik sebentar putraku di tempatnya. Dia sangat nyenyak tertidur. Lalu kembali aku menatap Carl yang tubuhnya terselubung selimut. Beberapa kali ku tarik nafas demi membuat hati ini tenang. “Carl..” aku menyentuh tubuhnya ketika sudah berada di tepi kasur. Tapi Carl sama sekali tidak merespons, apa dia sudah tertidur?. Tidak mungkin secepat itu. Aku berjalan ke sisi berbeda dan berbaring di sampingnya. Posisinya membelakangi diriku, aku merasa sedih. Carl belum pernah meninggalkan aku tidur, dia pasti akan menunggu aku tertidur lebih dahulu. Alasannya ia ingin menjagaku dan membuat aku merasa aman. “Carl...” untuk kedua kalinya aku memanggilnya, bahkan ku arahkan kepalaku di dekat telinganya. “Carl aku tahu kau tidak tidur, maafkan aku. M

