Kesempatan Emas

1057 Kata
Hari demi hari dijalani Carl dengan penuh gembira. Ah ternyata dia juga bisa merasakan hal seperti ini. Bisakah seseorang memberitahu pria satu ini berapa umurnya saat ini. Agar dia sadar akan tingkah lakunya. Parahnya lagi, lelaki ini tak peduli nasib sang asisten yang sudah beberapa bulan ini menangani semua pekerjaan sang bos. Bahkan tuan besar keluarga Howard juga menambah satu asisten lagi untuk membantu asisten Steve. Namun meski demikian, Carl masih tetap bekerja meski tak semua dikerjakannya. Tapi..., Carl sepertinya harus kembali merasa tersiksa. Pasalnya gadis yang selalu menjadi asupan nutrisi tiba-tiba saja menghilang. Sudah lima hari Carl datang berturut-turut ke minimarket tempat Anna bekerja sejak ia mengetahui gadis itu tidak bekerja lagi. Namun gadis itu tidak ada di sana. Lima hari yang lalu manager minimarket mengatakan bahwa pihak mereka terpaksa memecat Anna karena kondisi Anna yang tengah hamil besar. Ya, saat ini usia kandungan Anna sudah memasukki 7 bulan. Manager minimarket mengatakan bahwa bukan tanpa alasan pihaknya memberhentikan gadis berkulit eksotis itu. Perut Anna yang membuncit membuat ia kesulitan dalam melakukan tugasnya dan selain itu pihak minimarket tidak mau mengambil risiko jika terjadi suatu hal pada wanita hamil itu. Awalnya Carl ingin marah mendengar pernyataan dari sang manager. Tapi ia juga bingung harus bersikap seperti apa, tidak ada sangkut paut antara ia dan Anna. Alasan Carl tetap datang ke minimarket karena ia yakin Cecil, sahabat Anna itu tahu di mana keberadaan sang sahabat. Tapi setiap ditemui dan ditanya, Cecil selalu mengatakan bahwa ia tidak tahu di mana keberadaan Anna sekarang. Dia pun hampir frustasi karena sudah berusaha mencari Anna namun belum menemukannya. Terlebih desakkan dan ketidakpercayaaan Carl terhadap dirinya membuat gadis itu semakin pusing. Carl bingung harus mencari di mana lagi, pasalnya Cecil mengatakan bahwa Anna tidak lagi tinggal bersama keluarganya. Hal tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh asisten Steve saat pria itu berhasil memaksa pihak apartemen tempat keluarga Wilson tinggal. Steve memaksa pihak apartemen agar mau memperlihatkan rekaman CCTV-nya. Dari hasil rekaman CCTV, terlihat bahwa beberapa hari sebelumnya Anna tampak keluar dari apartemen dengan membawa 2 koper besar . Setelah hari itu, sosok Anna sudah tidak pernah lagi muncul. Carl berkesimpulan bahwa Anna sudah pindah dan tidak lagi tinggal bersama keluarganya. Tapi di mana ia pindah?, itulah yang selalu Carl tanyakan pada dirinya sendiri. Carl sebanarnya ingin bertanya kepada Darren Wilson, ayah Anna yang tak lain merupakan Manager PR di perusahaan keluarga Howard. Tapi, Carl masih menjaga wibawanya, dia dan Anna tak ada hubungan, sungguh aneh jika ia menanyakan keberadaan Anna kepada Darren. Lagi pula yang ada Darren akan curiga kepada Carl karena mereka tidak pernah terlibat obrolan panjang dan Darren tidak pernah membicarakan tentang keluarganya. *** Ini adalah hari keenam Anna pergi. Tepatnya sudah enam hari Carl tidak melihat gadis itu, gadis yang entah mengapa melihatnya saja membuat Carl merasa nyaman. Terlebih rasa mual dan pusing dari tubuhnya akan hilang saat melihat Anna dan berada di dekatnya. Kini Carl terpaksa kembali bekerja, banyak juga tanggung jawab yang sudah ia bebankan kepada Steve bahkan papinya sampai harus menambah satu asisten lagi untuknya. Meski rasa mual dan pusing kembali menyerangnya, Carl harus berusaha melawan dan tetap pergi ke kantor. Tap...tap...tap.. Bunyi tapak sepatu beradu dengan lantai terdengar jelas di telinga. Seketika siapa pun yang melihat ke arah sumber suara langsung bergegas berbaris rapi. Pasalnya hari ini CEO mereka kembali masuk kerja, padahal beberapa bulan ini jarang sekali terlihat batang hidungnya. Bahkan bisa dikatakan tidak pernah terlihat lagi selama 4 bulan belakangan ini. Carl tetap berjalan dengan tatapan dingin, meski saat ini dia rasanya ingin muntah akibat aroma berbagai macam parfum milik karyawannya, tapi ia berusaha untuk menahannya. Ingat dia CEO di perusahaan ini. Carl mempercepat langkahnya hingga ia berhasil masuk ke dalam lift. Tak berapa lama lift pun sampai di lantai 10 di mana ruang CEO berada. Carl mempercepat langkah kakinya dan langsung mendorong pintu ruangan. Tapi lelaki ini dibuat terkejut saat mata birunya tak sengaja melihat adegan romantis di depannya. “Apa yang kalian lakukan?” tanya Carl dengan nada suara datar. “Eh..., em.., bos” ucap Steve yang langsung salah tingkah dan berusaha berdiri tegak Carl berjalan masuk dan langsung duduk di kursi kerjanya. “Steve bisakah kau menjelaskan apa yang aku lihat tadi?” tanya Carl dengan tatapan mengintimidasi, lalu matanya beralih menatap seorang wanita cantik dengan penampilan yang berkelas, “Dia ini siapa?” ucapnya. “Ah.., itu bos, ini Samantha. Dia asisten baru yang membantu saya selama ini saat bos lagi tidak asa di kantor” ucap Steve dengan penuh kehati-hatian. “Dan..., untuk kejadian tadi, itu hanya salah faham bos. Tumit sepatu milik Samantha tersangkut kabel yang ada di bawah meja sehingga ia hampir terjatuh, makanya saya berusaha menolongnya” lanjut Steve. “Tapi mengapa tangan mu nakal sekali memegang bagian yang tak seharusnya kau pegang?” tanya Carl yang seketika membuat Steve merasa ingin tenggelam ke dasar laut saja. Melihat tidak ada jawaban dari sang asisten dan raut wajah Steve yang sepertinya menahan malu, akhirnya Carl menyudahi percakapan itu. “Ah, sudahlah aku tak peduli apa yang ingin kalian lakukan saat berdua. Tapi yang terpenting jangan berbuat sesuatu di ruang kerja ku ingat itu” ucap Carl. “Baik bos” jawab Samantha yang disertai dengan anggukan kepala Steve. “Sudah, kau Samantha, aku minta kau siapkan berkas untuk investasi kerjasama kita mengenai proyek pembangunan hotel di Bali. Berkas itu harus sudah siap sebelum makan siang, pergilah” titah Carl. “Baik bos, saya permisi” balas Samantha lalu pergi meninggalkan Carl dan Steve “Kau membawa obat pereda mual ku?” tanya Carl “Selalu ada di laci Anda bos” jawab Steve Seketika Carl membuka laci lalu meminum obat pereda mual yang direkomendasikan oleh dokter. Setelah meminum obat, Carl kembali berbicara kepada Steve. “Bagaimana hasilnya?” tanya Carl “Semuanya sudah siap bos, bukti-bukti sudah terkumpul tinggal eksekusi saja. Tapi..” “Tapi apa?” potong Carl “Tapi...., ayah sang nona juga ikut terlibat bos” ucap Steve pelan “Benarkah?” Carl kembali bertanya, dia agak sedikit terkejut mendengar hal itu. Pasalnya Darren selama ini memiliki rekap jejak yang baik. Namanya pun bersih tanpa pernah terlibat dalam kasus apa pun. Tapi..., tiba-tiba saja Carl tersenyum aneh lalu berkata, “Steve, panggil tuan Darren untuk menemui ku di sini segera” titahnya. “Baik bos” balas Steve yang langsung berdiri dan pergi untuk memenuhi perintah Carl ‘Ini sungguh sangat pas, kesempatan emas tak boleh dilewatkan’ ucap Carl dalam hati dengan senyum aneh di wajahnya. Salam sayang dari author, jangan lupa 1. Masukkan ke library 2. Like and Komen
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN