Anna sudah mau makan ditemani dengan Marie, meski ia belum memberikan tanggapan mengenai apa yang sudah dinasihati oleh neneknya. “Nona, tuan kecil sudah sadar” ucap Sarah, Anna dan Marie yang duduk di sofa melihat ke arah tempat tidur. Anna langsung bangkit dan berjalan mendekati putranya. Lelaki kecil menggeliat dan mengerutkan kening. Meski matanya masih terpejam, tapi dia sudah memasang ekspresi seperti ingin menangis. Anna tersenyum melihat putranya sudah bergerak, dia menunggu dan tak lama perlahan mata Alan terbuka. Netra biru adalah hal pertama kali yang dilihat oleh Anna, mata itu seketika mengingatkannya dengan ayah Alan. “Sayang..” Anna mengelus lengan putranya, seolah tahu siapa yang menyentuhnya, Alan langsung diam. “Mungkin dia haus nona” kata Sarah Anna melirik Sa

