BAB 24 | Penguntit di Masa Lalu

3107 Kata

Hari Jumat, Fania tetap tinggal di rumah kedua orangtuanya sampai akhir pekan. Itu artinya, sudah 3 malam Fania tinggal. Lagipula ia sudah berjanji pada Amira untuk menginap di akhir pekan karena bersamaan dengan kedua kakaknya yang akan pulang ke Jakarta malam ini. Dan Farel, setelah menginap tadi malam, lelaki itu harus kembali ke rumahnya setelah subuh karena ia tidak membawa pakaian ganti untuk bekerja. Amira menyipitkan matanya saat menatap putrinya yang sedang memotong bawang sambil tersenyum lebar. Sungguh pemandangan yang aneh. Yang pernah Amira tahu, orang akan menangis saat memotong bawang, tapi putrinya itu malah tersenyum lebar. Seolah potongan bawang itu memberikan kebahagiaan untuk putrinya. "Kamu nggak sakit kan sayang?" Amira menyentuh kening Fania dengan punggung tangann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN