"Fania!!" Sang empunya nama langsung menoleh ke sumber suara, begitu pula kelima gadis itu. Seorang lelaki berdiri tak jauh dari mereka dengan tangan berkacak pinggang sambil menatap tajam ke arah salah satu gadis. "Farel?" gumam Fania. Saat ia menyadari manik mata Farel yang menatapnya tajam, Fania langsung menurunkan tangan kanannya yang mengambang di udara. Kelima gadis yang ada di sekitar Fania juga kaget melihat kehadiran Farel yang mendekati mereka berlima. Salah satu gadis di antara mereka, Elsa, memegangi pipi kanannya tiba-tiba. Saat matanya bertemu tatap dalam dua detik, secepat itu pula Elsa menatap Farel dengan tatapan memelas. Seolah ia memang sedang membutuhkan bantuan atas sikap Fania padanya. "Farel, kenapa kamu bisa di sin—" Fania menggantung kata-katanya begitu tangan

