Farel membanting ponselnya ke atas meja begitu panggilan ke sekiannya di abaikan oleh Fania. ia menjambak frustasi rambutnya. Pertengkaran pertama mereka, membuat d**a Farel bergemuruh tak karuan. Farel memilih untuk pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya. Ia harus menenangkan dirinya sendiri agar tak kalut dengan emosi. Ia tak menyangka jika dirinya dengan Fania bisa terlibat cekcok sampai seperti tadi. Dinginnya air langsung menyapu wajah Farel kala lelaki itu membasuh wajahnya di wastafel. Berkali-kali Farel mencoba mengatur pernapasannya. Jangan sampai asmanya kambuh saat ini hanya karena membumbungnya amarah yang kini membakar dadanya. Farel menatap pantulan wajahnya yang basah di dalam cermin. Ia kembali menarik napas panjang lalu mengembuskannya perlahan. Ia menumpukkan tubuhnya

