BAB 21 | Maaf

2221 Kata

Angin malam menerpa tubuhnya yang tampak lelah malam ini. Matanya menatap ke atas. Pada langit pekat yang tak memperlihatkan para bintang di atas sana. Langitnya sepi. Bulan pun hanya seorang diri. Sama seperti Fania yang kini hanya seorang diri tanpa ada lelaki yang ia cintai di sampingnya. Seorang diri untuk pertama kali setelah ia dinikahi oleh Farel, ditambah suasana malam ini yang begitu sepi, Fania jadi mudah untuk mengingat alasan dirinya merasa sedih hari ini. "Langsung aja jawab pertanyaan aku. Kenapa kamu tampar cewek itu?" "Apapun yang mereka omongin, kamu gak boleh balas teriak-teriak kayak tadi, Fania. Apalagi aku liat kamu tampar pipi salah satu dari cewek itu! Apa kamu mau aku balas kamu tampar di pipi?" "Bukan aku yang salah paham, tapi bicara kamu yang semakin melantur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN