BAB. 1. sosok yang ada di lukisan itu
Alunan musik mengalun di ruangan serba putih. Di sebuah ruangan yang penuh ramai hiruk-pikuk oleh orang-orang yang ingin menikmati dunia fiksi dari lukisan-lukisan yang terpajang di dinding maupun di papan kayu yang berderet dari ujung dinding sampai ujung satunya.
Seorang gadis yang memakai outfit baju kemeja coklat yang bercorak bunga dengan pita di sisi kanan kiri tangannya yang dipadukan dengan celana hitam membuat gadis itu terlihat sangat cantik yang kini menyaksikan lukisan-lukisan indah itu dengan memaparkan senyum cerah, ia bersenandung riang melihat salah satu lukisan kemudian berpindah ke lukisan satunya. Gadis itu sangat senang bisa mengikuti ajang pameran lukisan dalam salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang ingin ia gabung.
Namun... Sayangnya hanya angan-angan saja, ia tidak dapat ikut bergabung dalam Unit Kegiatan tersebut. Tapi tak apalah, masih bisa mengunjungi pameran lukisan-lukisan itu walau lewat orang dalam hihihi...
Gadis itu sangat antusias, matanya memancarkan binar kekaguman saat memandangi sebuah lukisan dari pemandangan yang penuh hamparan hijau pepohonan dan penekanan warna pada area arsirannya, abstrak yang menekan warna dengan fokus pada visual ataupun ekspresi seseorang, seseorang yang menjadi motivasinya dan masih banyak lainnya.
Gadis itu terus melanjutkan langkahnya untuk melihat satu demi satu lukisan yang dipajang itu. Tiba-tiba gadis itu berhenti di depan lukisan yang terletak di tengah-tengah lukisan itu ada sebuah lukisan yang menurut gadis itu unik dan sosok yang berada di lukisan itu sepertinya sangat familiar baginya, namun dilihat dari lukisannya ia tidak tahu siapa orang itu?
Gadis itu terdiam menatap lukisan itu dengan mengamati lukisan itu dengan perasaan yang tidak dapat dipahami olehnya. Garis-garis yang menekan pada sosok itu membuatnya terlihat tampak memandu mata untuk menatapnya lama, tekstur lukisan itu tampak yang nyata bawah sosok itu sedang melihat sesuatu ke lautan luas di malam yang berkelap-kelip oleh bintang. Namun gadis itu tahu bahwa sosok itu seperti sedang menunggu apa yang ia cari di dalam lautan luas itu.
Gadis itu memasang wajah yang serius, namun pikirannya berkecamuk. Di tengah kegiatan lamunan gadis itu ada seorang lelaki paruh baya umurnya lebih tua telah dimakan waktu yang jalannya bongkok dengan bantuan tongkatnya. Rambutnya yang hampir seluruhnya memutih, pakaiannya memakai sangat unik warna dasarnya hitam yang memiliki corak keemasan. Dipadukan dengan sarung khas batik celup dan sepatu sepertinya merupakan sepatu khas daerah. Lelaki itu menghampiri gadis yang sedang menatap lukisan di depannya dengan serius.
"Ndukk..." Sahutnya lirih. Suara yang serak dan pelan.
Gadis itu yang mendengar suara di sampingnya menjelit kaget dan menoleh ke arah sumber suara. Lelaki tua itu menatap gadis itu dengan lembut dan melengkungkan bibirnya. Gadis itu kemudian membalas senyumannya.
"Mbah mau liat ya?" Ujar gadis itu sambil menggeser sedikit dari posisi sebelumnya yang diangguk-angguki oleh lelaki tua itu.
"Lagi lihat apa Nak? Serius amat" tanyanya dengan tetap tersenyum. Gadis itu yang ditanya menjawab "Lukisan itu Mbah." Sambil menunjuk ke arah lukisan di depannya dengan jari telunjuknya.
"Ngapeh juga lukisan itu? Kangen jua kah sama sosok itu?" Tanya lelaki tua itu.
Pertanyaan lelaki tua itu membuat gadis itu bingung, karena merasa canggung gadis itu dengan terpaksa melanjutkan langkahnya melihat lukisan yang lain. Namun dengan jarak 3-4 lukisan kakek itu masih setia berdiri di hadapan lukisan itu dengan posisi tubuhnya menghadap kearahnya. Membuat gadis itu bergidik ngeri dan melanjutkan langkahnya melihat lukisan yang lain.
'Ngeri banget ditatap seperti itu sama kekek itu' batin gadis itu. Kemudian berbelok sehingga kakek itu tidak bisa menatap bayangan tubuh gadis itu yang sudah di telan tembok.
"Sabar jua Nakk... Sikok lagi kau bakal ketemu lawan pujaan hatimu lagi." Ujar lelaki tua itu dengan pelan yang kini tatapannya sendu.
Gadis itu merasa penasaran dan kembali lagi mengundurkan langkahnya untuk melihat apakah kakek itu masih ada di sana atau tidak. Gadis itu mengintip dan melihat bahwa kakek itu sudah tidak ada membuat gadis itu merasa lega. Kemudian gadis itu berjalan kembali ke lukisan yang menarik perhatian sebelumnya.
Gadis itu menatap lagi lukisan tersebut, entah mengapa tatapannya tidak pernah menatap lamat-lamat ke lukisan lainnya selain lukisan itu. Gadis itu tidak menyadari ada seorang lelaki muda yang juga ikut melihatnya dari belakang tubuh gadis itu.
"Indah bukan?" Tanya lelaki itu membuka suara yang ingin mengajak gadis itu berbincang.
Gadis itu yang mendengar suara pertanyaan dari belakang merasa heran, dalam hatinya sangat kesal. 'kenapa sih selalu ada yang mengganggu waktunya?' Batinnya terdiam.
"Lo tau ga? Orang yang di lukisan itu sedang apa?" Tanya lagi lelaki muda itu.
Gadis itu kemudian menoleh ke belakang dimana lelaki itu berkulit putih dan memakai outfit kemeja hijau dengan celana jeans-nya. 'tampan' batin gadis itu.
Lelaki muda itu menatap gadis itu horor yang ditatap balik oleh gadis itu dengan mengernyitkan alisnya pertanda bahwa gadis itu bingung dan aneh dengan tingkah lelaki muda itu.
"Jangan bilang gue tampan oke?! Bisa-bisa gue di cekik sama pawang Lo" ucapnya kepada gadis itu yang diakhiri gumaman pada 8 kata terakhirnya.
"Hah?" Ujar gadis itu pelan.
"Lupakan. Coba jawab pertanyaan gue. Lo tau ga sosok yang ada di lukisan itu sedang apa?" Ucap lelaki muda itu bertanya kembali kedua kalinya.
"Melihat indahnya langit(?)" Ujar gadis itu dengan nada ragu. Yang digelengkan kepalanya oleh lelaki muda. "Bukan. Tebak lagi" sahutnya.
"Sedang menunggu sesuatu kali." Ujar gadis itu dengan acuh, ia memmutarkan bola matanya dari kiri ke kanan.
"Betul jawaban Lo! Gue kasih bintang 5 deh hehehe..." Ujar lelaki muda itu dengan tersenyum jahil. Namun tatapannya tertuju kepada lukisan itu.
"Lo yang lukis?" Tanya gadis itu sambil menunjuk lukisan itu.
"Coba tebak." Sahut lelaki muda itu dengan memasang senyum jahilnya. Membuat gadis itu menatap lelaki muda itu dengan malas.
"Lo pengen tau ga siapa yang ada di lukisan itu?" Tanya lelaki itu kembali memulai obrolan setelah hening sejenak.
Gadis itu sontak kembali menoleh lelaki muda itu yang kini mengajaknya bicara kembali, kemudian ia mengangguk kepalanya. Gadis itu sangat penasaran siapa yang sosok itu tunggu dalam lukisan itu.
"Siapa?" Tanya gadis itu dengan nada tidak sabar.
"Sosok lukisan itu adalah sosok yang sangat besar namanya di sebuah kerajaan." Ujarnya orang itu memaparkan sambil mengamati sosok dalam lukisan itu.
Gadis itu menatap orang itu yang sepertinya menatap dalam sosok yang di lukisan itu. Ada perasaan aneh, entah mengapa ia merasa bahwa sosok itu adalah orang terdekatnya, tapi siapa? Kenapa dirinya tidak tahu siapa sosok itu?