Ivy sudah duduk tegak di kursinya, tatapannya tertuju sepenuhnya pada pria paruh baya yang sedang menundukkan kepala sambil memejamkan mata, terlihat sedang mengingat-ingat kejadian pahit di masa lalu yang tak mungkin bisa dia lupakan sampai kapan pun. "Saat itu, delapan tahun yang lalu, Ratu Kanaya masih berstatus sebagai seorang selir. Yang Mulia Raja hanya memiliki satu ratu saat itu yaitu Ratu Kedua karena Ratu Agung telah tiada beberapa tahun yang lalu setelah melahirkan putra mahkota. Raja Rudolf sangat terpukul dengan kematian Ratu Agung, tapi semenjak kehadiran Selir Kanaya, raja mulai kembali bangkit. Dia tergila-gila pada kecantikan Ratu Kanaya dan berencana untuk mengangkatnya sebagai ratu." Ivy tak berkomentar apa pun, tetap mendengarkan cerita Garrin dengan sangat serius, t

