Peringatan yang Dingin.

1167 Kata

Pagi Jakarta terasa lembab, langit kelabu, seolah kota itu sendiri menahan napas. Di lantai tertinggi Takizaki Group, Jayden menatap layar laptopnya sambil menyeruput kopi hitam. Cahaya pagi menembus jendela besar, memantul di dinding kaca, tapi tak ada secercah ketenangan yang terlihat di wajahnya—hanya ketajaman seorang pengamat yang selalu selangkah lebih cepat dari lawannya. Layar laptop menampilkan laporan terbaru dari Jordan, penasihat hukum yang selalu bergerak diam-diam, penuh perhitungan. “Laporan baru saja masuk,” kata Jordan melalui panggilan video. “Hanya masalah waktu sebelum polisi bertindak. Semua bukti yang kita kumpulkan tentang aktivitas ilegal Reno sudah berada di tangan mereka.” Jayden menatap layar dengan tatapan tenang, hampir dingin. Ia tidak menepis gelas kopi da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN