Luka Ranu.

1241 Kata

Malam itu rumah Jayne dipenuhi suasana berbeda. Bukan ketegangan sidang, bukan pula riuhnya wartawan yang sejak pagi menunggu di halaman depan. Yang tersisa hanya keheningan yang berat, seakan tembok dan atap rumah pun ikut menanggung beban. Jayne duduk di ruang keluarga dengan wajah letih. Ia baru saja selesai membereskan berkas-berkas dan menyimpan potongan berita yang terus mengulang putusan hakim siang tadi. Meski putusan itu membebaskannya dari cengkeraman Reno, memberikan hak asuh penuh atas Ranu, tapi di hatinya ada kegelisahan lain: bagaimana menjelaskan semua ini kepada anak sekecil Ranu? Di kamar, bocah itu berbaring miring, memeluk boneka dino kesayangannya. Matanya masih merah karena menangis cukup lama. Sejak sore, Elang dan Kayla sudah mencoba menghibur dengan berbagai cara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN