Perlindungan atau Penjara.

1287 Kata

Cahaya matahari sore menyusup melalui tirai setengah tertutup, menciptakan pola hangat di lantai ruang keluarga rumah Elang. Suasana yang seharusnya nyaman dan aman terasa berat di hati Jayne. Ia duduk di sofa, kedua tangan menopang dagunya, menatap Ranu yang duduk bersandar di pangkuannya sendiri, wajah murung. “Ranu … kenapa kamu murung?” tanya Jayne lembut, mencoba menghindari nada yang terdengar seperti ceramah. Ranu menoleh, mata besarnya berkaca-kaca. “Mama … aku cuma ingin bebas. Aku ingin main di taman, lari-larian di halaman sekolah … tapi rasanya semua seperti penjara.” Jayne menutup mata sejenak. Kata-kata itu menusuk hatinya. Ia tahu setiap langkah yang diambilnya—memasang pengawasan ekstra, bodyguard di sekolah, sensor di rumah—semata-mata untuk melindungi Ranu. Tapi kini i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN