Sidang masih berlanjut, esoknya. Suara palu hakim menggema, memanggil semua pihak kembali pada konsentrasi. Ruang sidang masih penuh sesak, para wartawan duduk dengan mata menyala, pena dan kamera siap mencatat setiap detail yang akan menjadi berita utama. Di kursi saksi, Jayne duduk kembali setelah jeda singkat, wajahnya pucat tapi sorot matanya tetap menyimpan keberanian yang baru ditempa. Hakim menatap ke arah meja jaksa. “Silakan, Penuntut Umum. Lanjutkan dengan pemaparan bukti.” Jaksa berdiri, membawa map tebal yang penuh dokumen dan flashdisk kecil di tangannya. Langkahnya mantap, suaranya tegas, setiap kata terdengar jelas hingga ke pojok ruangan. Bukti Pertama – Rekaman Suara “Yang Mulia, bukti pertama adalah rekaman suara yang didapat dari perangkat ponsel korban. Rekaman in

