Bayangan di Balik Jeruji.

1011 Kata

Udara malam yang menusuk dingin menelusup masuk melalui jeruji besi yang berkarat. Sel penjara itu sempit, bau lembap dari semen tua bercampur dengan bau keringat para tahanan yang tidak lagi peduli dengan kebersihan. Tikus-tikus kecil berlarian di sudut-sudut gelap, sesekali terdengar suara gigitan mereka pada sisa makanan basi. Di dalam sel itulah Reno Raksadipura duduk, bersandar pada dinding kasar yang dingin. Tangan kirinya masih menyisakan bekas merah borgol yang baru dilepas beberapa jam lalu. Wajahnya letih setelah interogasi panjang polisi, namun sorot matanya—tajam, liar, dan penuh amarah—tidak menunjukkan tanda menyerah. Ia tampak seperti singa yang dijebak di kandang: tubuhnya terkurung, tapi tatapan matanya masih menyala, siap menerkam siapa saja yang berani mendekat. Bibirn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN