Malam itu, rumah terasa lebih hening dari biasanya. Usai perjalanan panjang dari pengadilan, setelah melewati sorotan kamera dan pertanyaan wartawan yang tak henti-hentinya, akhirnya Jayne bisa menghela napas lega. Ranu sudah tertidur di kamar tamu—kamar yang selama ini ia pakai ketika menginap di rumah Jayden. Wajah bocah itu damai, tak menyisakan sedikit pun bayangan persidangan siang tadi. Jayne mengusap lembut kening putranya sebelum keluar, menutup pintu perlahan. Di ruang tamu, Elang duduk bersandar di sofa, dengan kemeja yang kini ia gulung lengannya. Wajahnya letih, namun sorot matanya tetap penuh kewaspadaan. Di meja depan mereka, secangkir teh masih mengepulkan uap hangat. Jayden berdiri sambil mengenakan jas hitamnya lagi. Ia sempat membuka jas itu sepanjang malam untuk meras

