Mereka terdiam cukup lama. Memikirkan bagaimana caranya untuk menemukan keberadaan Nicholas.
Suara Dylan memecahkan kehenungan diantara mereka. Sontak saja, mereka langsung mengarahkan pamdangan mereka ke arah Dylan.
"Bagaimana kalau kita coba telusuri hutan ini?" Usul Dylan kepada teman-temannya. Lalu Dylan melanjutkan perkataannya, "Sebelumnya kita hanya mencari di sekitar sini saja, belum menelusuri hutan lebih jauh. Bagaimana kalau kita telusuri sekarang? Ini juga masih pagi."
"Kalau aku setuju saja, bagaimana dengan yang lain?" Thomas menyetujui apa yang diusulkan oleh Dylan. Tidak ada salahnya mereka mencoba mencari ke dalam hutan. Siapa tahu, mereka menemukan Nicholas di sana.
"Aku setuju."
"Baiklah, aku setuju."
"Aku setuju. Tetapi, bukankah bahaya pergi ke hutan lebih dalam?"
"Menurutku tidak. Hutan ini tidak terlalu luas. Ini masih aman untuk dijelajahi." Dylan meyakinkan mereka kalau hutan ini aman untuk dijelajahi oleh manusia. Little Forest juga bukanlah hutan yang luas.
"Baiklah. Kalau begitu, kita semua tetap membawa peralatan kemah kita. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam hutan nantinya. Entah hujan atau yang lain. Semoga saja nanti malam kita bisa menemukan Nick dan keluar dari hutan ini secepatnya." Samuel memberi arahan kepada teman-temannya. Ia tidak ingin salah satu mereka ada yang mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Mereka menyetujui arahan yang diberikan oleh Samuel. Sebelum menjelajahi hutan, mereka berdoa kepada Tuhan berharap jika mereka akan segera menemukan Nicholas dan diberi keselamatan dalam mencari Nicholas.
"Sudah siap?" Samuel memastikan keadaan teman-temannya. Samuel sebenarnya khawatir untuk memasuki hutan ini. Ia khawatir bukan karena tidak berani, tetapi ia khawatir jika ada suatu hal yang buruk yang menimpa dirinya atau teman-temannya. Namun, Samuel harus membuang pikiran-pikiran buruk itu. Ia harus tetap berpikir positif dan fokus.
"Siap." Ucap mereka bersamaan.
"Baiklah, aku yang akan di depan, dan di belakang nanti akan ada Tommy. Kita harus saling berkomunikasi. Jika lelah, tolong beri tahu aku. Jangan dipaksa jika kalian ingin istirahat sebentar. Mencari Nick sangat penting, tapi kondisi kalian juga penting." Samuel sekali lagi mengingatkan kepada teman-temannya untuk tetap menjaga diri mereka masing-masing.
"Oke, Sam."
"Baik, Sam."
"Baik, mari kita jalan."
Mereka mulai melangkah menuju hutan Little Forest lebih dalam. Matahari mulai terik dengan panas yang menyengat. Mereka melepaskan jaket yang mereka kenakan. Ini kali pertama bagi mereka menjelajahi hutan sesungguhnya. Membawa tas carier, sepatu gunung, tenda, dan lain-lain.
Sepanjang jalan mereka meneriaki nama Nicholas. Mereka berharap ada yang membalas seruan mereka. Berjam-jam lamanya, masih belum ada balasan dari sang pemilik nama.
"Sam, aku mau istirahat," Ucap Gabriella yang tiba-tiba langsung terduduk di tanah. Gabriella tampak sangat kelelahan. Elizabeth dan Kimberly pun juga sama. Mereka langsung terduduk di atas tanah sambil meminum air putih dari botol yang mereka bawa sebelumnya.
"Baik, teman-teman, kita istirahat di sini dulu. Kita akan kembali berjalan setelah dirasa lebih baik. Kalian bisa makan-makanan ringan atau minum yang telah kalian bawa. Namun, jangan dihabiskan semua, kita butuh waktu yang lama untuk menyusuri hutan ini. Dan, jangan sampai kehabisan bekal." Ucapan Samuel itu dilaksanakan oleh teman-temannya dengan baik.
Setengah jam berlalu. Mereka merasa kalau waktu istirahat mereka cukup. Akhirnya, mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi untuk menyusuri hutan ini.
Semakin ke dalam, hutan ini semakin lebat. Meskipun tidak terlalu besar, namun semakin dalam hutan ini semakin tidak terurus. Jika sebelumnya, di bagian depan hutan sangat diurus dengan baik mungkin karena dijadikan tempat perkemahan. Namun, semakin ke dalam hutan ini semakin lebat. Semak-semaknya snagat tinggi. Dan pepohonan semakin rapat. Meskipun begitu, untung saja cahaya masih bisa masuk ke dalam hutan ini.
Setelah pencarian begitu lama, akhirnya mereka sampai di ujung hutan ini. Seperti dugaan mereka, hutan ini tidak terlalu luas. Hanya memerlukan waktu setengah hari untuk bisa sampai di ujung hutan ini. Di ujung hutan ini terdapat sebuah danau. Dan di seberang danau terdapat jalan pemisah antara Little Forest dengan hutan yang lainnya.
Mereka istirahat sejenak di pinggiran danau sambil menikmati nuansa alam di danau ini. Sangat tenang sekali di sini. Air danau ini berwarna seperti warna danau pada umumnya. Danau ini juga sangat bersih. Sepertinya jarang sekali ada orang yang datang ke danau ini.
"Kalian lapar?" Tanya Chan kepada teman-temannya.
"Sangat lapar."
"Ya, tentu saja. Kita hampir setengah hari menghabiskan waktu menyusuri hutan ini. Bahkan belum sempat sarapan tadi."
"Mari kita memasak. Sepertinya makanan sisa kemarin masih ada. Kita bisa panaskan dahulu sebelum memakannya."
Akhirnya, mereka mengeluarkan makanan sisa yang sempat mereka masak sebelum kejadian hilangnya Nicholas. Mereka memanaskan makanan yang kiranya masih layak untuk dimakan.
Persediaan makanan mereka bisa dibilang cukup. Namun, untuk persediaan air mulai menipis. Thomas msmutuskan untuk mencari sungai di sekitar sini. Ia tidak yakin dengan air danau ini layak untuk diminum.
"Aku ikut denganmu mencari air," Dylan menawarkan dirinya untuk ikut Thomas mencari mata air.
"Baiklah." Mereka berdua pun pergi untuk mencari mata air. Mereka juga membawa beberapa botol milik teman-temannya. Sedangkan sisanya, mereka menyiapkan makanan untuk dimakan bersama-sama.
"Kita sudah menyusuri hutan ini sampai ujung, namun belum ada tanda-tanda dari Nick. Jika di hutan ini memang tidak ada Nick, kemana kita harus mencarinya?"
Penuturan dari Chan itu membuat teman-temannya merasa bingung untuk mencari Nicholas. Karena apa yang dikatakan Chan itu benar. Sudah sampai di ujung hutan namun mereka tidak menemukan keberadaan Nicholas. Bahkan, mereka belum ada rencana kedua setelah menyusuri hutan ini.
"Kita akan bahas nanti. Semoga saja saat kita keluar dari sini, kita menemukan Nick," Ucap Samuel dengan nada yang sedikit pasrah. Pasalnya, ia sudah kehabisan ide untuk mencari keberadaan Nicholas. Entah kemana mereka akan pergi setelah ini.
"Semoga saja, aku sudah kehabisan ide untuk mencari Nick." Ucap Kimberly.
"Sam, kenapa kita tidak lapor saja kepada pihak yang berwenang?" Gabriella mengusulkan hal itu. Ganriella berpikir, jika mereka menghubungi pihak yang berwenang, Nicholas akan segera ditemukan.
"Iya, benar apa yang dikatakan Gaby. Kita hubungi saja pihak yang berwenang."
"Pihak yang berwenang biasanya akan menerima laporan setelah dua hari semenjak hilangnya seseorang. Nick menghilang baru satu hari. Kemungkinan laporan kita tidak akan diproses. Jadi, kita harus menunggu satu hari lagi." Jelas Samuel kepada teman-temannya.
"Lalu, bagaimana dengan orangtua Nick, Sam? Bagaimana kita memberitahu mereka?" Pertanyaan Gabriella membuat Samuel semakin bingung. Ia belum memikirkan bagaimana caranya memberi tahu keluarga Nicholas mengenai hilangnya Nicholas. Samuel tidak mungkin terus-terusan menutupi kasus ini dari keluarga Nicholas. Namun, Samuel juga belum siap mengatakannya kepada keluarga Nicholas mengenai insiden ini.
Lamunan Samuel buyar saat Dylan dan Chan datang. Mereka sudah kembali setelah mencari air minum. Botol-botol yang mereka bawa tadi sudah terisi penuh oleh air. Kini, persediaan makanan dan minuman mereka sudah dibilang cukup.
"Baiklah, karena air minumnya sudah ada, mari kita makan." Mereka pun mulai memakan makanan yang tekah disajikan. Untung saja, makanan sisa kemarin masih layak dimakan, sehingga makanan kering yang mereka bawa sebelumnya masih utuh.
Sebentar lagi sudah sore. Ini artinya, sebelum sore berakhir, mereka sudah harus meninggalkan tempat ini. Mereka mengestimasi sebelum tengah malam mereka sudah harus kembali ke rumah Kimberly. Dan mereka selalu berharap, jika mereka akan menemukan Nicholas saat kembali dari sini.
Keheningan saat makan dipecahkan oleh suara Chan. "Jika saat kita kembali ke rumah Kim dan nanti saat perjalanan kita tidak menemukan Nick, apa yang akan kita lakukan, Sam? Maksudku, kemana tujuan kita selanjutnya untuk mencari Nick?
Samuel belum menemukan jawaban dari pertanyaan Chan semenjak tadi. Ia masih belum memiliki ide kemana dirinya dan teman-temannya mencari Nicholas.
***
To be continued