“Niko, lepas. Aduh ... kau membuat tanganku sakit!” protes Gita saat Niko terus saja menarik tangannya tanpa memberikan jeda untuk berhenti. Hingga tiba di depan sebuah mobil yang merupakan milik Niko, barulah pemuda itu mau melepaskan genggaman tangannya terhadap sang gadis. “Masuk,” titah Niko kepada Gita dengan nada dingin. “Tapi ... aku membawa ...” Belum selesai Gita berbicara, Niko langsung membuka pintu penumpang dan meminta sang gadis untuk masuk ke dalam mobil. Dan saat Gita mau memprotes lagi, sang pemuda dengan isyarat kepala langsung menyuruh untuk segera masuk ke dalamnya. Mengetahui tak ada kesempatan atau peluang untuk berkilah, akhirnya Gita menurut dan langsung menempatkan dirinya. Selain karena tak ada pilihan lagi, ia tak ingin menjadi pusat perhatian dari para pen

