Gita memejamkan mata karena suara Niko yang sedemikian menggelegar, hingga menggema ke seluruh penjuru ruangan. Setelah tak mendengar lagi teriakan itu, perlahan sang gadis membuka mata. Dan ia masih mendapati Niko berdiri di depannya, sambil memandang dengan tatapan tajam. Mata indah dan wajah tampan itu nampak bersemu merah, karena marah. Tak hanya itu, juga terlihat jelas jika napas sang pemuda naik turun yang menjadi penanda emosinya yang sedang membuncah. Gita masih berdiri di sana. Ia merasakan tubuhnya bagai tak berkutik, saat bersitatap dengan mata pemuda tersebut. Dan pada detik berikutnya, Niko membuang muka sambil mendengus cukup keras. Kemudian ia berjalan ke arah sofa dan menjatuhkan tubuhnya di sana. Untuk beberapa saat, lelaki muda itu memejamkan mata sambil merebahkan t

