BAB 46 - Berseteru

1925 Kata

Gita masih berdiri di depan pintu ruang kerja Niko. Gadis itu terlihat menarik napas panjang untuk menenangkan debaran jantungnya yang masih tak keruan. Untuk beberapa saat, mata indah itu terpejam. Dan setelah menemukan sedikit ketenangan, ia kembali membuka mata dan memutuskan berjalan menjauh dari pintu tersebut untuk kembali ke meja kerjanya. Gita yang merupakan gadis lurus dalam pendirian, tampak merasa kesal dengan sikap Niko yang sedemikian agresif. Hal tersebut membuatnya kembali berpikir, bahwa sebenarnya sang CEO tak serius dengan yang ia katakan sebagai perasaan cinta kepadanya. Sebab dengan kejadian seperti itu, ia mendadak saja jadi merasa hanya menjadi sebuah tempat pelampiasan hasrat lelaki itu saja. Dengan demikian, hal itu berarti jika dirinya tak ubah seperti gadis-gad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN