"Ahhh ..." Ratih Kumala menjerit kaget. Disebelahnya, Nichole menutup bibir dengan telapak tangan untuk meredam pekikan agar tak mengeluarkan suara. "Tunggu ... bagaimana kau bisa menyimpulkan itu? Apa dasarnya?" Niko menanggapi dengan hampir setengah berteriak karena keterkejutannya. "Tenang ... biarkan gadis ini bicara. Kalian dengarkanlah ..." sang Opa menenangkan ketiga anak dan cucunya. "Baik, Opa ... aku hanya terkejut." "Mama juga ... dari mana dia bisa mengambil kesimpulan seperti itu?" "Gita ... bukankah dia baru seminggu magang di tempat kita? Ahhh ..." Nichole bagai terhenyak dari kekagetannya. Anggota keluarga yang merupakan pemegang saham saling berpandangan. Dan tak lama kemudian, empat pasang mata dari orang-orang yang lebih muda secara bersamaan mengarahkan foku

