Raya menautkan kedua alisnya, mendengar suara ketukan dari pintu kamar. Dia beringsut duduk memeriksa siapa gerangan subuh buta sudah membangunkannya. Perasaan dia baru saja tertidur, kini sudah dipaksa untuk membuka mata. Raya juga memikir ulang apa yang terjadi dengannya semalam. Seingatnya dia tidur bersama Reno, tapi kenapa ketika dia bangun tidak menemukan siapapun di kamarnya? Tidak mungkin, bukan, dia berhalusinasi. Tengah bercerita banyak dan mengobrol dengan suaminya itu. "Apa mungkin pak Reno sudah bangun?" gumamnya dalam hati, bergegas turun dari ranjang dan menghampiri orang yang kini sibuk mengetuk-ngetuk pintu kamarnya. "Ada apa?" Raya mengusap wajahnya, menetralkan laju nafasnya yang cukup terkejut karena panggilan sang adik. "Mbak ini bagaimana? Sebagai seorang istr

