Raya mempersilahkan Reno untuk masuk. Membiarkan suaminya itu mengunci pintu, karena dia bergegas ke kamar untuk memastikan apakah kamarnya layak untuk ditempati atau tidak. Seingatnya, sebelum meninggalkan rumah ranjangnya dalam keadaan berantakan. Tidak ingin sang suami merasa tidak nyaman, Raya harus membenahi secepat yang dia sanggup. "Tidak perlu seperti itu. Aku suamimu dan sudah seharusnya ini semua menjadi pemandangan biasa," tutur Reno, memasuki kamar Raya. Membuat istrinya itu gelagapan. Dia tidak sempat merapikan kamar karena sang suami sudah berada di kamarnya. Tanpa peduli Raya yang sedang merapikan ranjang, Reno berbaring di sana. Merebahkan tubuhnya dan menatap sang istri. "Kamu tidak lelah? Seharian di rumah sakit sana dan sekarang masih ingin bersih-bersih?" "Awa

