bab 19.

1182 Kata

“Agenda dadakan?” tanya pria itu. Kaladin, asisten sang CEO itu menatap Victoria tak percaya. Tapi Victoria membalas tatapannya sinis. Kaladin seketika bungkam. “Mana aku tahu. Dia baru saja kirim pesan padaku,” jawab Victoria sambil mendesah. Membayangkan akan bersama Alex semalam berjam-jam itu menyebalkan. Belum lagi sikap anehnya. Padahal, mereka belum lama bertemu. Verbena yang baru muncul dengan gaun tidurnya langsung menatap Victoria penuh arti. “Oh? Direktur baru yang suka ngegas itu? Hati-hati, nanti kau dipelototi sampai meleleh,” katanya lalu ngikik sambil berlalu ke dapur. Victoria menatap kosong sofa di depannya. Kaladin masih duduk santai di sana, mengawasi Victoria dalam diam. “Menakutkan? Iya. Menyebalkan? Iya. Tapi paling tidak, dia profesional.” Pada akhirnya Vi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN