20

1091 Kata

Sebelum pergi ke dapur Kalla menatapnya sebentar, memastikan temannya itu baik-baik saja meski tampak diam. “Makan aja sana. Bena keburu ngamuk,” kata Victoria yang sadar kalau diperhatikan Kalla. “Itu bos?” Kalla bertanya saat pesan kedua masuk. Victoria melirik ponselnya, pesan masuk dari nomor yang sama tadi, sebuah kontak yang belum lama ini Victoria masukan ke jajaran kontak. Dia kemudian mengangguk. “Penentuan jam buat besok,” jawabnya lantas mengambil ponselnya. “Baiklah. Aku akan makan dulu. Kita bicara lagi nanti, Vic,” katanya sembari bangun dari duduknya. Victoria hanya menggerakkan kepalanya. Dia menurunkan kaki dari sofa dan berdiri. Sesaat melirik ke arah meja makan yang memang menyatu. Dia mengambil gelas jus dan ponselnya kemudian pergi ke kamar yang biasa dia te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN