Jam baru menunjukkan 07.12 pagi ketika Victoria nyaris tersedak roti bakarnya sendiri, ponselnya bergetar lagi.l di atas meja makannya. [A.V: Turun. Aku sudah di bawah.] Victoria langsung bangkit dari kursi dan mendekat ke jendela apartemennya, dan benar saja, mobil hitam Alex sudah menunggu, terparkir rapi di pinggir jalan. Sosok pria itu tampak berdiri di luar mobil, tangan menyelip di saku celana, menatap ke atas seolah dia tahu persis jendela mana milik Victoria. “Gila,” gumam Victoria. “Kita janjian jam sembilan, kan? Jam sembilan!” katanya histeris. Ponsel di tangannya berbunyi lagi. [A.V: Kau turun sekarang, atau aku naik ke atas.] Victoria membulat mata, langsung saja dia berbalik dan mengambil tasnya. “Oke, itu ancaman, dan jelas bukan ancaman kosong,” dumelnya. Dia meng

