39

1476 Kata

Tian menjemput Victoria tepat waktu. Dia tampak rapi, sedikit lebih formal dari biasanya, kemeja putih bersih, jam tangan perak, rambut tersisir rapi. Victoria sampai sempat menggoda, “Kamu mau ketemu pemilik apartemen atau mau interview kerja?” Tian hanya tertawa. “Kesan pertama itu penting, Vic.” Perjalanan menuju apartemen yang akan mereka lihat berjalan lancar. Victoria terlihat bersemangat, bahkan lebih ceria dari biasanya. Tapi begitu mobil menepi ke area parkir gedung, Tian memicingkan mata. “Kayaknya sepupuku udah datang,” katanya sambil menunjuk mobil mewah hitam yang terparkir. Victoria hanya mengangguk, tidak terlalu memikirkan siapa pun selain pemilik apartemennya. Hingga mereka naik ke lantai yang dimaksud dan pintu terbuka. Rana berdiri di sana. Wajah cantik, elegan, tet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN