Begitu percakapan itu selesai, atau lebih tepatnya, begitu Alex memutuskan untuk mengakhiri makan bersama yang terasa seperti interogasi halus. Victoria hanya bisa menarik napas dan berdiri tanpa berkata banyak. Seluruh tubuhnya terasa kaku, seolah energi yang dia simpan untuk bertahan selama beberapa hari terakhir sudah habis terpakai di meja itu. Alex tidak menahannya ketika dia pamit. Dia hanya menatap, tatapan yang Victoria hindari karena terlalu menekan, terlalu sulit dibaca, terlalu seorang Alex. Victoria keluar dari restoran dengan langkah cepat. Udara sore yang mulai dingin menyentuh kulitnya dan entah kenapa membuat dadanya sedikit lebih lapang. Dia berhenti sebentar, menutup mata dan menarik napas panjang, seperti mencoba mengeluarkan semua sisa tekanan yang masih menempel. Di

