43

1316 Kata

“Serius, Kal? Kenapa baru bilang?” Bena menatap kekasihnya itu nyalang, matanya memerah begitu tahu kalau Victoria hendak satu rumah dengan Tian. “Kamu tenang dulu, Bena. Kamu tahu gimana Victoria, kita gak bisa apa-apa.” Kalla membujuk. Andai dia bisa menahan kekasihnya, nyatanya tidak hanya dia yang tahu rencana Victoria yang hendak satu rumah dengan kekasihnya. “Sialan!” Verbena menahan emosinya. Satu tangannya menjambak rambutnya sendiri, satunya lagi di pinggang. Kepalanya mendadak sakit. Dia tahu tentang rencana Victoria itu dari orang lain dan itu mengecewakan. “Seburuk itu aku bagi dia sampe gak cerita ke aku?” Pikirannya. Kalla hanya diam, dia tidak mau mengganggu kekasihnya karena tidak bisa berbuat apa-apa juga. Verbena lebih tahu tentang Tian, tentang luka yang Victoria d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN