27

1136 Kata

Jarum infus di lengan Lexi dicabutnya secara kasar. Keluar darah segar dari lengannya, tapi ia tak memperdulikannya. Dengan tertatih-tatih Lexi melangkan kakinya keluar dari ruang rawatnya. Bulir-bulir air matanya sudah jatuh berlinang di wajahnya. Ia ingin menemui adiknya lagi di kamar mayat, tapi langkahnya terhenti saat suster ada di depannya. "Bu Alexia mau ke mana?" tanya suster. "Saya ingin bertemu Lau," ucap Lexi dengan wajah pucat. "Sebaiknya Bu Alexia istirahat dulu sebentar. Keadaan ibu masih lemah." Lexi menggelengkan kepalanya. "Aku ingin ketemu adikku." "Kalau mau bertemu dengan Laura lengan ibu harus diobati dulu untuk menghentikan pendarahannya." "Ga usah sus. Jangan hiraukan darah ini biarlah mengalir begitu saja." "Bu kalau mau ke ruangan jenazah harus dalam keadaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN