Part 32

1773 Kata

Hafizha tiba di rumah keluarganya hari jum'at, tepat pukul empat sore. Menginjakkan kaki di rumah kediaman ayah kandungnya bisa dihitung jari. Hafizha Naura merasa asing dengan pria bernama Lucky Handoko. Pria itu begitu dingin dan angkuh setiap kali bertatap muka dengan Hafizha yang notabene adalah anak kandungnya sendiri dari istri ke duanya. Hafizha merasa seolah menjadi penyebab kematian sang ibu. "Apa kabar Pa?"  Hafizha mencium tangan ayahnya saat ia tiba di rumah besar itu. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu lah yang pertama kali ia temui. Kebetulan Pak Lucky sedang ada di rumah. "Kamu bisa lihat sendiri," jawabnya pendek. Tak ada pelukan hangat penuh rindu. Tak ada sedikitpun cinta dan kasih sayang yang terpancar dari sorot matanya.  Tak ada sambutan istimewa untuk putri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN