Sera telah meninggalkan ruang rapat, menyisakan Leon dan sekretarisnya. Para petinggi telah membubarkan diri lima menit yang lalu. Leon sengaja masih berada di sana, menahan amarah karena dia gagal. Maya menunduk, merasa tak becus dalam bekerja karena telah mengecewakan bosnya itu. “Aku minta maaf, Tuan,” ucapnya lirih, “Aku sudah berusaha mempermalukan dirinya tapi aku tidak menyangka dia akan bersikap sedewasa itu.” “Apa kau merasakan apa yang aku rasakan, Maya?” Leon melirik sekretarisnya itu, “Apa kau bisa melihat ada yang berubah dari sikapnya?” Maya mengangguk pelan, “Nona Sera memang terlihat tidak seperti biasanya, Tuan. Aku memang jarang bertemu dengannya. Tapi yang aku ingat setiap kali bertemu dengannya, sikapnya begitu manja, dan amarahnya menggebu-gebu ketika ada yang memb

