"Darimana saja, kamu?" Rani memberanikan diri bertanya pada Rey yang baru saja masuk kedalam kamar. "Bukan urusanmu," Rey menjawab pertanyaan Rani tanpa menoleh, pandanganya lurus menatap kedepan. Tangan Rani meremas selimut yang menutupi tubuhnya. Sebisa mungkin dia menahan rasa sakit dihati, dan bereaksi biasa saja. Dia tidak mau Rey menertawakan dirinya, jika mengetahui perasaanya saat ini. Setelah mandi, Rey membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Jalan-jalan dengan Bianca kali ini benar-benar menguras tenaga dan tentu saja dompetnya. Baru beberapa menit memejamkan mata, Rey dan Rani dikejutkan oleh suara ponsel dari keduanya. Mereka berdua saling menoleh, Rani mengernyitkan kening, memandang aneh ponsel yang ada di atas meja kecil di samping tempat tidur. Dia merasa heran, karena p

