Dengan langkah cepat Rani memasuki rumah. Awalnya dia ingin langsung pergi dari tempat itu. Melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain, sungguh sangat menyakiti hatinya. Namun Rani mengurungkan niat itu, dia sadar jika mengalah dan menghindar bukanlah jalan keluar yang terbaik. Rey dan Bianca menghentikan aktivitasnya, begitu menyadari seseorang tengah masuk ke dalam rumah. Rey masih terpaku, matanya menatap mata Rani yang memerah. Disebelah Rey, Bianca menatap Rani yang berdiri tepat di depan mereka. Sudut bibir Bianca tertarik keatas, membuat lengkungan indah. Dia tersenyum puas, seolah telah memenangkan sebuah perlombaan. Tanpa diduga, Rani langsung maju ke arah Bianca. Dengan kasar tangannya menarik rambut Bianca. Rey mencoba menolong kekasihnya, akan tetapi cengkraman tangan

